Kamis, 24 Oktober 2013

[PKN] Sejarah Lahirnya Pancasila dan UUD 1945


     Sejarah lahirnya Pancasila dan UUD 1945 tidak bisa dilepaskan dari kelahiran Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebab Pancasila ada karena NKRI ada. Ibarat sebuah tubuh, NKRI adalah raga sedangkan Pancasila adalah ruhnya. Demikian pula dengan UUD 1945. UUD 1945 adalah undang-undang dasar yang dibuat dengan berlandaskan pada Pancasila sebagai dasar negara dan falsafahnya. Sehingga bisa dikatakan bahwa hidup matinya jiwa bangsa Indonesia tergantung dari Pancasila dan UUD 1945.

1. Sidang BPUPKI

     Kelahiran Pancasila diawali dengan serentetan pristiwa yang menyertainya. Diawali dengan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau nama bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai pada tanggal 1 Maret 1945. BPUPKI adalah sebuah organisasi yang dibentuk oleh Jepang. Jendral Kumakici Harada dipercaya untuk membentuk BPUPKI sebagai realisasi janji Japang yang akan memberikan kemerdekaan kepada Bangsa Indonesia. BPUPKI diketuai oleh dr. Radjiman Wedyodiningrat, seorang tokoh Indonesia yang sangat disegani Japang. Tugas dari badan ini tidak lain adalah menyelidiki berbagai hal yang berkaitan dengan, pendirian sebuah negara. BPUPKI kemudian mengadakan sidang dua kali, yang mana dalam sidang tersebut menjadi momen lahirnya Pancasila.

Dalam sebuah sidang yang diadakan selama tiga hari, yaitu tanggal 29 Mei -1 Juni 1945, BPUPKI merumuskan dasar negara melalui usulan tokoh-tokoh Indonesia. Pada hari pertama tanggal 29 Mei 1945, Muhammad Yamin menyampaikan usulan dasar negara rancangannya yang disebut dengan Asas Dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia. Dalam usulannya terdapat lima asas :

1. Perikebangsaan
2. Perikemanusiaan
3. Periketuhanan
4. Perierakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat

Kemudian pada sidang 31 Mei 1945, Dr. Soepomo mengajukan usulan rancangan dasar negara yang diberi nama Dasar Indonesia Merdeka. Dalam rancangannya tersebut terdapat lima asas :

1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan lahir batin
4. Musyawarah
5. Keadilan sosial

Sedangkan pada sidang 1 Juni 1945 Ir. Soekarno mengajukan usulan dasar negara yang diberi nama Pancasila dengan rincian asas sebagai berikut :

1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau perikemanusiaan
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa

Pada tanggal 22 Juni 1945, BPUPKI membentuk panitia kecil yang beranggotakan 9 orang. Panitia ini diberi nama Panitia Sembilan. Orang-orang yang duduk di panitia sembilan antara lain :

1. Ir. Soekarno
2. Drs Moh. Hatta
3. Muhammad Yamin
4. Ahmad Subarjo
5. AA. Maramis
6. Abdul Kahar Muzakkir
7. Hahid Hasyim
8. Haji Agus Salim
9. Abikusno Cokrosuyoso

Musyawarah Panitia Sembilan menghasilkan suatu rumusan yang menggambarkan maksud dan tujuan pembentukan dasar negara Indonesia merdeka. Oleh M. Yamin rumusan tersebut diberi nama Jakarta Charter (Piagam Jakarta). Rumusan rancangan dasar negara indonesia merdeka itu adalah sebagai berikut :

1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.

2. Sidang PPKI

PPKI adalah sebuah badan buatan Jepang. Tugasnya tidak jauh berbeda dengan BPUPKI, sebab pada hakikatnya PPKI adalah kelanjutan dari BPUPKI. Rapat PPKI yang pertama dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 1945 di Gedung Cuo Sangi-in sekarang Gedung Kesenian Jakarta.

Malam hari sebelum dimulai sidang datang utusan dati Indonesia Timur. Utusan tersebut membawa pesan agar redaksi Piagam Jakarta pada sila yang pertama diubah, sebab jika tidak kawasan Indonesia Timur akam melepaskan diri dari Indonesia. Mendengar hal itu Soekarno- Hatta segera bertindak. Pagi hari sebelum sidang dimulai, Soekarno-Hatta memerintahkan Ki Bagus Hadikusumo, Wahid Hasyim, Kasman Singodimejo, dan Teuku Muhammad Hassan untuk membahas dan mengubah redaksi yang ada pada sila pertama. Perdebatan terjadi antara golongan islam dan nonislam. Golongan Islam yang diwakili oleh Ki Bagus Hadikusumo dan Muhammadiyah dan Wahid Hasyim dari NU menyatakan tidak mau mengubahnya, sedangkan golongan nasionalis ingin tetap mengubahnya. Tetapi Ir Soekarno kemudian mengatakan kepada pihak islam, bahwa semua ini hanya sementara. Piagam Jakarta bisa diberlakukan kembali. Mendengar hal itu, golongan islam merasa lega dan mau menerima saran Soekarno. Akhirnya, rapat dadakan yang berlangsung 15 menit itu menghasilkan suatu keputusan untuk mengubah redaksi sila petama sehingga berbunyi " Ketuhanan Yang Maha Esa".

Selain menetapkan Pancasila sebagai dasar negara, PPKI juga mengesahkan UUD 1945 hasil rancangan BPUPKI, menetapkan Ir Soekarno- Hatta sebagai Presiden pertama RI, serta untuk sementara kerja Presiden dibantu oleh Komite Nasional Indonesia. Inilah Sejarah ditetapkannya Pancasila sebagai dasar negara dan UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara Indonesia.



Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

4 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Note-Student | Share Science
Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top