Sunday, May 31, 2015

Beriman Kepada Qada dan Qadar


Qada menurut bahasa berarti hukum, oerintah, kehendak, pemberitahuan, dan penciptaan. Sedangkan menurut istilah adalah ketetapan Allah swt. sejak zaman Azali (zaman sebelum penciptaan alam semesta) mengenai segala hal dan keadaan, kebaikan sampai terwujudnya kehendak tersebut.

Qadar menurut bahasa adalah kepastian, peraturan, dan ukuran. Adapun menurut istilah adalah perwujudan kehendak Allah swt. terhadap semua makhluknya dalam bentuk-bentuk dan batasan tertentu sesuai dengan kehendak ilahi. Iman kepada qada dan qadar, yaitu keimanan yang mantap bahwa semua kebaikan dan keburukan adalah ketentuan dan takdir Allah swt. Allah swt akan berbuat menurut kehendak-Nya, apa yang dikehendaki-Nya akan terjadi dan apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan terjadi. Tidak ada peristiwa terjadi di alam ini kecuali menurut kehendak dan takdirNya, karena semuanya telah tercatat di Lauhul Mahfuz. Apa pun yang terjadi di dunia ini memah lebih dahulu direncanakan oleh Allah swt. Sebagaimana firman Allah swt dalam Al Qur'an:

Artinya:

yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. (Q.S Al Furqan : 2)

Hubungan qada dan qadar adalah ibarat rencana dan perbuatan. Qada adalah rencana Allah swt sejak zaman Azali, sedangkan qadar adalah kenyataan dari ketentuan atau hukum Allah swt. Qadar bersifat qadim (lebih dahulu ada), sedangkan qadar bersifat hadis (baru). Beriman kepada qada dan qadar berarti kita wajib mempercayai dan yakin, bahwa tiap-tiap yang terjadi dan yang akan terjadi di alam ini, semua menurut apa yang telah ditentukan dan ditetapkan Allah swt sejak sebelumnya. Sebagaimana firman-Nya:

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Q.S Al Hadid : 22)

Dan Rasulullah saw bersabda:

Artinya:
"Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin Al 'Ash r.a.., dia berkata: Aku pernah mendenggar Rasulullah saw. bersabda, "Allah telah menurunkan takdir dabi semua makhluk 50.000 tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi." Kata Rasulullah saw., "sedangkan arasy Allah ketika itu di atas benda cair". (H.R. Muslim)

Hukum beriman kepada qada dan qadar adalah fardu 'ain. Seorang yang mengaku Islam, tetapi tidak beriman kepada qada dan qadar dapat dianggap murtad. Qadar dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu qadar mubram dan qadar mu'allaq. Qadar mubram adalah rencana implementasi atas salah satu ketetapan Allah swt. bagi makhluk-Nya yang sudah tidak bisa diubah lagi. Ketetapan tersebut pasti terjadi tidak ada yang mampu mengubahnya misalnya kematian. Sedangkan qadar mu'allaq adalah rencana dan ketetapan Allah swt atas makhluk-Nya yang mungkin diwujudkan  atau mungkin tidak, tergantung kepada faktor adanya usaha atau tidak dari makhluk tersebut. Misalnya si A telah ditetapkan Allah swt menjadi orang miskin, tetapi karena ia rajin bekerja dan berdo'a maka hidupnya bergelimangan harta dan selalu bahagia.

Hubungan antara Qada dan Qadar dengan Ikhtiar

Mengenai hubungan antara qada dan qadar dengan ikhtiar ini, para ulama berpendapat bahwa takdir itu ada dua macam, yaitu takdir mu'allaq dan takdir mubram.

Takdir mu'allaq yaitu takdir yang erat kaitannya dengan ikhtiar manusia. Contoh seseorang siswa bercita-cita ingin menjadi insinyur pertaian. Untuk mencapai cita-citanya ia selalu belajar dengan tekun. Akhirnya apa yang ia cita-cotakan menjadi kenyataan, ia menjadi insinyur pertanian.
Allah swt berfirman:

Artinya:
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Q.S Ar Ra 'd:11)

Takdir mubram yaitu takdir yang terjadi pada diri manusia dan tidak dapat diusahakan atau tidak dapat ditawar-tawar lagi oleh manusia. Contoh ada orang yang dilahitkan dengan kulit hitam sedangkan ibu dan ayahnya berkulit putih, orang ynag meninggal dunia dalam usia kanak-kanak dan sebagainya.

Tanda-tanda Iman kepada Qada dan Qadar

Menyadari bahwa ia tidak mengetahui apa yang akan menimpa dirinya, apakah bencana ataukah nikmat. Kewajiban manusia adalah selalu ikhtiar dan tawakal agar memperoleh nikmat dan terhindar dari bencana.

Menyadari bahwa segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini berdasal dari Allah swt dan akan kembali kepadaNya pada saat yang telah ditentukan.

Menyadari dan meyakini bahwa segala apa yang diperoleh dan dialami mausia baik berupa nikmat maupun musibah pada hakikatnya adalah ketentuan dan kehendak Allah swt. yang telah tertulis di Lauhul Mahfuz.

Selalu bekerja keras dan bersemangat untuk maju dan sukses dalam meraih kehidupan yang sejahtera baik di dunia maupun di akhirat.

Selalu bersikap berani bernuat dan berani bertanggung  jawab.
Selalu mawas diri dan menghindari sikap sombong.
Berihtiar kemudian tawakal.

Islam melarang pemeluknya menganut fatalisme, yaitu faham yang mengharuskan berserah kepada nasib dan tidak perlu ikhtiar karena kehidupan manusia dikuasai dan ditentuakan oleh nasib. Pham ini adalah paham yang keliru dan menyimpang dari ajaran tentang iman kepada qada dan qadar. Paham ini juga dapat mengambat kemajuan serta menjadi penyebab kemunduran umat islam.

Setiap muslim harus berusaha sekuat tenaga dengan cara yang halal untuk mengubah nasibnya agar menajdi lebih baik. Setiap muslim diwajibkan untuk berikhtiar dan bertawakal kepada Allah swt. atau berserah diri pada qada dan qadar Allah swt. setelah berusaha sekuat tenaga.

Hikmah Beriman kepada Qada dan Qadar

1. Dapat menenangkan jiwa
2. Memupuk sikap optimis
3. menjauhkan diri dari sifat sombong dan putus asa
4. melatih diri untuk selalu bersyukur dan sabar
5. Meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt
6. Berani menghadapi resiko
7. Memiliki keberanian
8. Mempunyai ketabahan yang lebih tinggi dalam menempuh cita-cita
9. Menumbuhkan sikap terpuji seperti sabar, tawakal, qana'ah dan optimis dalam hidup
10. Menumbuhkan kesadaran bahwa alam semesta dan segala isinya berjalan sesuai dengan ketentuan-ketentuan Allah swt
11. Menyadarkan hati untuk menerima kenyataan dengan rela  dan menumbuhkan jiwa tawal.

Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

1 comments

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Note-Student | Share Science
Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top