Sunday, May 31, 2015

Bukti-bukti Terjadinya Evolusi Biologi

Bukti menyakinkan adanya proses evolusi yang lebih kompleks, kita memerlukan seuatu bukti atau petunjuk yang dapat mendukung atau menambah fakta dari teori evolusi tersebut. Banyak hal yang dapat dijadikan petunjuk adanya proses evolusi di permukaan bumi. Petunjuk tersebut dapat diamati melalui adanya variasi dalam satu spesies, fosil, perbandingan anatomi (homologi dan analogi), perbandingan embrio, perbandingan fisiologi, dan alat tubuh yang tersisa.

Validasi individu dalam satu spesies

Di dunia ini tidak pernah dijumbai dua individu yang identik sama. Bahkan anak kembar pun pasti mempunyai suatu perbedaan. Jadi, antara individu dalam satu spesies pun terdapat variasi. Variasi individu dalam satu spesies terjadi karena pengaruh beberaoa faktor, yaitu genetis dan lingkungan. Seleksi terhadap jenis hewan dan tumbuhan selama bertahun-tahun menghasilkan varian yang jauh berbeda dengan nenek moyangnya. Adanya variasi merupakan petunjuk adanya evolusi yang menuju terbentuknya spesies-spesies baru.

Fosil

Fosil adalah sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang ditemukan pada batuan sedimen yang daoat memberikan informasi mengenai peristiwa yang terjadi di masa lampau. Fosil digunakan sebagai petunjuk evolusi karena merupakan sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang telah membatu yang berada pada lapisan-lapisan bumi. Lapisan-lapisan bumi menunjukan tingkat usia bumi sehingga dapat dijadikan petunjuk adanya hewan atau tumbuhan pada masa-masa tertentu.

Contoh-contoh fosil yang telah ditemukan sebagai berikut:
a. Fosil sejenis domba berusia 2500  tahun
b. Rayap berusia 30 juta tahun
c. Fosil Crinoidea berusia 250 juta tahun
d. Fosil tumbuhan paku berusia 265 juta tahun
e. Berbagai tumbuhan yang berusia 150 juta tahun
f. Fosil capung (protolinedea witei) berusia 150 juta tahun.
g. Fosil burung purba (Archeopteryx) 150-155 juta tahun


Umur fosil ditemukan berdasarkan lapisan bumi tempat fosil ditemukan. Dengan membandingkan macam-macam fosil dari berbagau lapisan bumi diperoleh petunjuk bahwa telah terjadi evolusi. Adanya perubahan bentuk-bentuk fosil dari lapisan bumi yang tua ke lapisan yang muda, merupakan petunjuk mengenai adanya evolusi. Fosil paling lengkap yang telah ditemukan dan pemjadi dasar penguat adanya proses evolusi pada makhluk hidup adalah kuda. 

Perkembangan evolusi kuda ini dicatat oleh Marsh dan Osborn. Perubahan yang terjadi mulai dari genus Eohippus hingga genus equus, sebagai berikut:
a. Tubuh bertumbuh besar
b. Kepala bagian depan semakin panjang
c. leher semakin panjang sehingga gerakannya semakin bebas
d. Perubahan geraham depan dan geraham besar  sehingga sesuai untuk makan rumput.
e. Anggota tubuh yang lain semakin bertambah panjang sehingga sesuai dengan gerakan untuk berlari cepat.
f. Jari kaki mereduksi dari lima menjadi satu, sehingga dapat mendukung gerakan ketika berlari cepat.

Perbandingan anatomi (homologi dan analogi)


Jika anda perhatikan dengan seksama organ-organ hewan Vertebrata, organ-organ tersebut memiliki struktur dasar yang sama, tetapi memiliki fungsi yang berbeda. Perbedaan fungsi ini terjadi karena adaptasi terhada lingkungan yang berbeda. Contohnya, tangan manusia dengan sayap burung. Tangan manusia lebih cocok untuk memegang, sedangkan sayap burung lebih cocok untuk terbang.

Ahli evolusi berbendapat bahwa kedua organtersebut awalnya memiliki struktur yang sama. Organ yang memiliki bentuk asal yang sama, namun memiliki fungsi yang berbeda disebut homologi. Adaptasi juga menyebabkan adanya organ yang memiliki fungsi sama, tetapi memiliki struktur dasar yang berbeda disebut analogi.

Perbandingan Embrio


Bukti evolusi juga dapat dilihat dari pekembangan dan pertumbuhan embrio. Zigot yang merupakan hasil peleburan antara gamet jantan dengan gamet betina akan berkembang menjadi embrio. Pada hewab vertebrata, ternyata perkembangan dan pertumbungan embrio tersebut memperlihatkan bentuk yang sangat mirip satu sama lain. pada perkembangan lebih lanjut, barulah embrio-embrio tersebut menunjukan adanya perbedaan.

Berdasarkan gambar-gambar diatas, awal perkembangan embrio ikan hiu, ayam dan simpanse cukup mirip, meskipun hasil akhirnya berbeda. Pada prganisme dengan kekerabatan yang dekat, umumnya memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan embrio yang mirip.

Berkaitan dengan hal ini, [ada akhir abad ke-19 seorang ahli biologi evolusionis Ernest Haeckel mengemukakan teori Rekapitulasi. Teori ini menyatakan bahwa embrio-embrio mengulangi proses evolusi yang telah dialami nenek moyang. Menurut Haeckel selama masa perkembangan dalam rahim ibu, embrio manusia awalnya menjunjukkan karakteristik ikan, kemudian reptil, dan akhirnya seperti manusia. Istilah Rekapituasi sendiri merupakan singkatan dari pernyataan otogeni merekapitulasi filogeni. Otogeni adalah tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan embrio, sedangkan filogeni adalah hubungan kekeraatan hewan menurut perjalannya ecolusi (yang bisa digambarkan dalam bentuk diagram pohon besar berserta cabang-cabangnya).


Perbandingan Fisiologi

Makhluk hidup mulai dari terendah hingga yang paling tinggi tersusun atas ssel. Walaupun jumlah sel dan morfologi setelah dewasa berbeda-beda, namun fisiologi di dalam selnya memiliki kemiripan, misalnya dalam hal sintesis protein, proses metabolisme, respirasi, eksresi, dan lain-lain. Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari sifat-sifat tubuh, yaitu segala sesuatu yang berhungan dengan mekanisme alat-alat tubuh, yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan mekanisme alat-alat tubuh dalam menjalankan fungsinya.

Alat tubuh yang tersisa (vestigal)

Pada morfologi beberapa hewan vertebrata dan manusia dapat ditemukan adanya struktur cestigal, yaitu suatu bentuk anatomi yang berkembang dan berfungsi sempurna dan akan tereduksi. Alat-alat tersebut yang tersisa ini dianggap suatu perjalanan dari evolusi makhluk hidup tersebut.
Beberapa struktur vestigal yang dapat diamati, antara lain:
a. umbai cacing dan tulang ekor manusia
b. sisa-sisa kaki pada ular
c. sisa-sisa sayap pada burung yang tidak berfungsi untuk terbang, seperti burung kasuari dan burung unta.

Kemiripan susunan biokimia

Pada dasarnya, makhluk hidup di bumi serupa apabila dilihat dari struktur anatomi dasar dan komposisi kimianya. Baik itu sel sederhana seperti protozoa maupun organisme dengan jutaan sel. Semua makhluk hidup bermula dari sel tunggal yang bereproduksi sendiri dengan proses pembelahan sel yang serupa. Dalam waktu hidup yang terbatas mereka juga tumbuh menua dan mati.


Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 comments

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Note-Student | Share Science
Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top