Monday, May 4, 2015

Lahirnya Berbagai Negara Fasis pada Perang Dunia II


      Negara fasis adalah negara-negara yang menonjolkan sifat kebangsaannya dan merendahkan bangsa lain serta berusaha untuk menguasainya sebagai upaya meninggikan derajat negata-negara fasis. Negara fasis yang muncul pada Perang Dunia II adalah Jerman, Italia, dan Jepang.

1. Naziisme Jerman
 
      Pada tahun 1919 di Jerman dibentuk Partai Buruh Jerman yang didirikan oleh Adolf Hitler. Kemudian di bawah kepemimpinan Hitler, partai yang semula kecil itu berkembang dan namanya diubah menjadi National Sozilistic Deutshe Arbeiter Partei (NSDAP), atau yang lebih dikenal dengan sebutan partai Nazi


                                                                         (Adolf Hitler)

Sebab-sebab munculnya Partai Nazi adalah sebagai berikut:


   A
Kenangan akan kejayaan masa lampau yang ingin diperoleh kembali seperti pada masa Raja Fredrich dan Wilhelm II.
   B
Rasa tidak puas di kalangan rakyat terutama disebabkan adanya kesulitan-kesulitan ekonomi.
   C
Sistem Pemerintahan yang demokratis parlementer dianggap tidak tepat lagi digunakan sebab menguntungkan kepentingan pribadi.
   D
Bangsa Jerman merasa ssebagai keturunan bangsa Arya, bangsa yang mulia dan berperadaban tinggi.

      Tujuan dan cita-cita Nazisme adalah mengembalikan kejayaan Jerman. Hitler menyebut dirinya sebagai de Fuhrer, yang artinya pemimpin. Ia juga mengarang buku yang berjudul Mein Kamf atau artinya "Perjuanganku", yaitu cara memperjuangkan Jerman atas dasar nasional dan sosialisme. Dikatakannya pula bahwa Jerman ditakdirkan untuk berkuasa atas bangsa-bangsa lain.
      Pada pemilu tahun 1933, Partai Nazi mendapat kemenangan sehingga Hitler diangkat sebagai perdana mentri. Langkah pertamanya yang diambil oleh Hitler adalam membersihkan lawan-lawan politiknya dengan alat Gestapo atau polisi rahasia. Pembantu-pembantu Hitler yang terkenal yaitu Gobbels sebagai Mentri Propaganda, Himmler sebagai Kepala Gestapo, dan Goering sebagai Pemimpin Angkatan Udara. Pada Taun 1934, Presiden Jerman Hidenburg meninggal, lalu jabatannya dirangkap oleh Hitler. Dengan demikian dia telah mengukuhkan dirinya sebagai seorang diktator.
      Untuk memperlancar usahanya, sejak semula Hitler telah meningkari Perjanjian Versailles yang mencemarkan nama Jerman. Selanjutnya, Jerman dijadikan negara militer yang kuat dan rintangan-rintangan dari luar tidak dihiraukan lagi. Bahkan, tahun 1933 Jerman menyatakan keluar dari keanggotaan LBB. Milisi umum pun segera dijalankan. Dengan pengaruhnya yang kuat, Hitler mencoba untuk mengendalikan Jerman melalui partai Nazi. Dikorbankanlah semangat Naziisme sebagai motor penggerak utama Hitler melakukan berbagai invasi menuju kejayaan Jerman.

2. Fasisme Italia

      Fasisme adalah paham yang meletakkan kepentingan negara di atas segalanya. Ajaran fasis semula diajarkan oleh pemikir Italia yang bernama Gentille. Fasisme juga mengajarkan bahwa pikiran manusia sanggup menciptakan apa saja yang nyata. Hanya perbuatan nyatalah yang akan mampu memperbaiki keadaan, termasuk keadaan suatu negara. Oleh karena itu, Italia akan mencaoai kejayaan jika diupayakan melalui perbuataan nyata, yaitu invasi ke negara-negara sekitar Italia:
Faktor-faktor pendorong berkembangnya fasisme di Italia adalah sebagai berikut:



   A
Kenangan kejayaan masa lalu yaitu pada zaman Romawi
   B
Ketidakpuasan masyarakat terhadap keadaan yang ada
   C
Sistem pemerintahan yang dianggap tidak sesuai, kaum fasis menghendaki sistem terpimpin
 
      Dalam Perang Dunia I, Italia sebenarnya termasuk negara pemenang perang. Akan tetapi, keadaan  ekonomi Italia setelah perang sangat buruk sehingga kemiskinan merajalela. Dalam kondisi demikian meletus pemberontakan komunis, sehingga makin memperkeruh keadaan.

                                                                      (Benito Mussolini)

      Di tengah kesulitan tersebut, tampilah tokoh berpaham fasis bernama Benito Mussolini. Ia bercita-cita memperbaiki kehidupan bangsa Italia dengan perbuatan nyata. Pada tahun 1919, Mussolini mendirikan Partai Fasci Italiani yang kemudian disebut partai fasis. Untuk mengatasi pemberontakan tersebut, Mussolini nenghimpun fasci (pasukan sukarela), Pada tahun 1921 dengan dibantu orang-orang kaya, Mussolini berhasil memadamkan gerakan buruh di Italia Utara. Pada pemilu tahun 1923, Partai Fasis memperoleh kemenangan. Berawal dari kemenangan tersebut, maka Mussolini berkesempatan tampil sebagai penguasa tunggal di Italia dan menerapkan fasisme dalam pemerintahannya.
      Pada tahun 1925 Mussolini berhasil menggulingkan kekuasaan Raja Victor Immanuel. Pada tahun itu pula Mussolini membubarkan partai komunis dan partai sosialis, Dengan demikian Mussolini dapat berkuasa penuh di Italia, dengan sebutan II Duce "Sang Pemimpin".
      Untuk mewujudkan cita-citan Italia La Prima, Mussolini segera mengambil tindakan-tindakan penting, diantaranya:



   A
Merebut Abessinia pada tahun 1934
   B
Menguasai daerah-daerah, seperti Savoya, Nizza dan Corsic, serta merebut Tunisia dari kekuasaan Prancis
   C
Berupaya menuasai Laut Tengah

3. Militerisme Jepang

     Fasisme Jepang bercorak militer. Fasisme militer itu dikembangkan Jepang setelah tampilnya Jendral Hideki Tojo sebagai perdana mentri. Jendral Hideki Tojo menjalankan pemerintahan diktator militer sehingg Jepang menjadi sangan ekspansif dan tampil sebagai negara imperialis.

                                                                                      (Hideki Tojo)

      Setelah Perang Dunia I berakhir, negara-negara pemenang perang seperti Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat, menguasai sebagian besar wilayah Asia dan Afrika. Jepang akhirnya memutuskan untuk merebut wilayah-wilayah di Asia yang telah dikuasai oleh sekutu tersebut. Untuk mewujudkan ambisi itu setiap pemuda dikenai wajib militer untuk kepentingan negara. Setelah merasa memiliki kekuatan yang cukup, Jepang segera melaksanakan niatnya. Wilayah-wilayah yang menjadi korban imperialisme Jepang antara lain, Manchuria (1935), Cina (1937), Asia Tenggara (1942). Untuk melancarkan politik ekspansinya, Jepang menempuh upaya sebagai berkut:



   A
Mempropagandakan bahwa Jepang adalah pembebas bangsa-bangsa Asia dari cengkraman Barat
   B
Melakukan modrnisasi angkatan perang dengan mengagungkan semangat bushido (berkorban demi negara)
   C
Mempropagandakan jaran Hakko I Chiu (dunia sebagai satu keluarga dengan Jepang sebagai pemimpinnya)



      Demikian yang bisa saya dapat sampaikan tentang Lahirnya Berbagai Negara Fasis pada Perang Dunia II, semoga dapat bermanfaat.
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

7 comments

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Note-Student | Share Science
Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top